🏃 Jenis-Jenis Aktivitas Fisik
🏃 Contoh Aktivitas Fisik
- Berjalan kaki
- Bersepeda
- Olahraga rutin
- Menari, yoga, dan tai chi
- Aktivitas rumah tangga dan pekerjaan sehari-hari
Aktivitas fisik dapat dilakukan dimana saja seperti rumah, tempat kerja, maupun lingkungan sekitar. Dilakukan secara rutin dengan durasi dan intensitas cukup akan memberikan manfaat kesehatan.
👦 Anak dan Remaja (5–17 Tahun)
- Minimal 60 menit aktivitas fisik sedang hingga berat setiap hari.
- Minimal 3 hari dalam seminggu melakukan aktivitas aerobik untuk penguatan otot dan tulang.
- Mengurangi waktu duduk terlalu lama dan menggantinya dengan aktivitas bergerak.
🧑 Dewasa (18–64 Tahun)
- 150–300 menit aktivitas intensitas sedang per minggu atau 75–150 menit aktivitas berat.
- Latihan penguatan otot minimal 2 hari per minggu. Contoh: push up, sit up, plank, squat.
- Tambahan aktivitas memberikan manfaat kesehatan lebih besar.
- Batasi aktivitas sedentari terlalu lama.
👵 Lansia (65 Tahun Ke Atas)
- 150–300 menit aktivitas fisik sedang setiap minggu.
- Latihan penguatan otot minimal 2 hari per minggu.
- Latihan keseimbangan minimal 3 hari per minggu.
- Tetap aktif sesuai kemampuan tubuh.
🤰 Wanita Hamil dan Nifas
- Minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
- Melakukan stretching ringan dan penguatan otot.
- Aktivitas disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu.
❤️ Penyakit Kronik
Untuk penderita hipertensi, diabetes, kanker, HIV dan penyakit kronik lainnya:
- 150–300 menit aktivitas sedang setiap minggu.
- Latihan penguatan otot secara rutin.
- Latihan keseimbangan sesuai kemampuan.
♿ Aktivitas Fisik Penyandang Disabilitas
- Anak dan remaja dengan disabilitas tetap dianjurkan aktif minimal 60 menit/hari.
- Melakukan aktivitas penguatan otot dan tulang.
- Dewasa dengan disabilitas mengikuti rekomendasi aktivitas sesuai kemampuan.
Sumber :
https://ayosehat.kemkes.go.id/diet-sehat/aktif-bergerak